Pordasi jawa timur bidik joki baru diajang pacu kuda


Prigen- Ajang pacu kuda merupakan salah satu kegiatan yang sudah menjadi rutinaitas tahunan biasa dilaksanakan di Lapangan Pacu Kuda di Kelurahan Leduq, Prigen. Sejak tahun 2001 agenda ini selalu dihelat pada bulan Agustus atau bulan kemerdekaan sebagai bentuk peringatan hari besar nasional.
Pelaksanaan lomba balap kuda diinisiasi pihak swasta yang bekerja sama dengan masyarakat setempat dan pihak PORDASI (Persatuan olahraga Berkuda Seluruh Indonesia) bagian Jawa Timur. Kegiatan lomba pacu kuda dibagi dalam dua kelas, pertama untuk kelas tradisi dan kelas perkutut, sedangkan untuk kelas poni biasanya dilakasanakan hanya sebagai hiburan. Lomba pacu kuda merupakan lomba adu gengsi antar pemilik kuda maupun para joki untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam menunggang kuda.
Hal ini mengingat kuda tunggang yang bisa mendapatkan posisi juara dapat meningkatkan nilai jual karena dianggap layak sebagai kuda pacu, dengan bukti sertifikat juara. Selain itu para pejoki juga menggunakan event ini sebagai wadah unjuk kemampuan. Hampir seluruh joki yang mengikuti ajang ini adalah Joki yang baru berpasangan dengan kuda. Hal ini dikarenakan kebanyakan joki yang ditawari menunggangi kuda merupakam joki yang kemampuannya baru dilihat pemilik kuda saat melakukan latihan pemanasan sebelum pertandingan. Pada ajang ini para pejoki mendapatkan beberapa fasilitas seperti seragam, asuransi kecelakaan selama event berlanjut hingga uang saku. Selain fasilitas tersebut hal utama yang ingin didapatkan adalah pengalaman menunggangi kuda pada acara ini cukup dapat membawa pengaruh yang besar bagi kehidupan kedepan mereka.Mengingat selain mendapat sertifikat juara mereka bisa menjadi salah satu bidikan para pencari bakat PORDASI Jawa Timur dalam upaya pencarian atlet untuk selanjutnya dibina lebih lanjut.
Event semacam ini sangat dinantikan bagi para atlet joki terutama joki pemula. Bagi joki pemula memenangkan kejuaran ini bisa menjadi batu loncatan mereka dalam menunjukkan kemampuan berkuda serta beradaptasi dengan kuda baru. Selain itu nama mereka juga bisa menjadi bidikan para pemilik kuda tunggang untuk dijadikan sebagai rekomendasi dalam menunggangi kudanya di kejuaran lainnya.
Kami Dari TIM Kelompok Informasi Masyarakat Selalu Siap Untuk Meliput dan mendokumentasikan Jalannya Kegiatan Rutinan Tersebut...

0 komentar:

Posting Komentar